Penulis : Pulung Ciptoaji
abad.id-Sejarah gerabah dan perabot dapur sudah ada sejak 5 ribu tahun yang lalu. Jauh sebelum temuan huruf dan catatan prasasti, di nusantara sudah lebih dahulu ditemukan gerabah. Temuan gerabah kuno itu banyak disimpan di musium dan sebagian menjadi koleksi. Gerabah yang ditemukan disebuah tempat, akan mengundang para ahli untuk meneliti di kawasan itu. para ahli berusaha melacak kembali sejarah atau kebudayaan suatu bangsa yang menandakan tingginya sebuah peradaban pada masa lampau.
Seperti temuan gerabah dan tempat pembakaran di Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik pada 21/9/2022 lalu. Tanpa dinyana, cangkul warga yang sedang melakukan aksi gotong royong bersih-bersih kawasan wisata desa untuk memperluas lahan parkir, justru menemukan sisa bangunan situs purbakala. Diduga bangunan berupa tempat pembakaran gerabah itu merupakan peninggalan kerajaan Majapahit.
“Penemuan susunan bangunan situs purbakala berupa bebatuan yang diduga merupakan situs peninggalan zaman kerajaan Majapahit, ketika sejumlah warga melakukan bersih-bersih area lahan yang akan digunakan untuk parkir Wisata Alam Gosari (Wagos) yang berada di Desa tersebut,” kata Azam petugas Wisata Alam Gosari.
Adapun benda- benda purbakala yang mulai ditemukan berupa sejenis bebatuan merah yang dijejer rapi. Tumpukan batu bata diduga merupakan alat yang kemungkinan menjadi tempat pembakaran tembikar. Dengan ukuran sekitar 3 kali 1 meter.
Temuan itu diharapkan akan mengungkap dan memberikan fakta sejarah jika desa Gosari dulu merupakan tempat industri tembikar. "Awalnya kami ingin membersihkan lahan ini untuk parkir wisata, dan ketemu bangunan sepertinya tempat pembakaran tembikar," tambah Azam.
Agar tidak rusak tempat itu kini sudah dipasang garis polisi (Police Line). Saat mengetahui penemuan itu, dia bersama warga lain memutuskan untuk menghentikan pekerjaannya dan melapor ke pemerintah desa serta pengelola wisata. "Awalnya tanahnya beda, warnanya agak kemerahan, lalu kami bersihkan kok ada tumpukan bata dengan ukuran besar-besar, kemudian kami lapor. Kalau dari cerita, memang dulu disini dikenal tempat produksi tembikar yang bagus," terangnya.
Azam menambahkan, pada tahun 2004 lalu di area itu juga ditemukan bekas pecahan tembikar, serta bebatuan sejenis gerabah atau guci. Kemungkinan kawasan itu menjadi pusat pembuatan tembikar sebab sangat berdekatan dengan bahan baku berupa tanah liat. Di desa Gosari ini sudah lama dikenal dengan areal tambang batu kapur dan tanah liat dengan kwalitas baik. Batu kapur tersebut menjadi bahana baku semen serta bagian penting bahan bangunan.
Sementara itu, Ketua Pengelola Wagos, Misbakhud Dawam menambahkan, temuan ini menambah pengetahuan dan bukti sejarah jika di area Wisata Wagos, dahulunya merupakan tempat yang bersejarah. Bahkan pada tahun 2020, kata Dawam, Kemendikbudristek RI menetapkan Situs Gosari sebagai cagar budaya di antaranya, sendang lanang, sendang bidadari, prasasti butulan dan tungku pembakaran tembikar. "Jadi sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat," ujarnya.
Atas temuan itu, Dawam sudah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan dan Pemuda Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik serta Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPJB). "Kepastian bentuk apa baik dinding tembok pabrik, tempat gerabah, kami menunggu eksvakasi oleh tim ahli. Kita tunggu respon pemerintah saja dalam hal ini BPCB dan Arkenas," sambungnya
Sebelum temuan bangunan menyerupai tempat pembakaran tembikar, warga setempat juga menemukan guci berisi uang kuno. "Jika dihitung sudah tiga kali. Dan, di area ini banyak ditemui pecahan gerabah," pungkasnya. (pul)