images/images-1687449928.jpg
Pariwisata

Menghidupan Warisan Budaya, Kadisbudpar Jatim: Jati Diri Sebagai Majapahit Harus Kita Lestarikan

Malika D. Ana

Jun 22, 2023

314 views

24 Comments

Save

Menghidupan Warisan Budaya, Kadisbudpar Jatim: Jati Diri Sebagai Majapahit Harus Kita Lestarikan

 

 

Abad.id - Pemahaman budaya adalah suatu tingkah laku manusia baik secara individu maupun kelompok dalam mewujudkan ide dan gagasan. Hasilnya berupa non benda maupun benda. Hasil budaya berupa non benda, salah satunya dikenal dengan istilah sekarang tradisi.

 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Hudiyono saat membuka acara sarasehan pembedayaan lembaga seni ke 2 dengan tema

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Hudiyono saat membuka acara sarasehan pembedayaan lembaga seni ke 2 dengan tema "Majapahit: Perspektif Ke Depan Dalam Jati Diri STKW Surabaya", Kamis (22/6/2023). Foto: istimewa

 

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Hudiyono saat membuka acara sarasehan pembedayaan lembaga seni ke 2 dengan tema "Majapahit: Perspektif Ke Depan Dalam Jati Diri STKW Surabaya", Kamis (22/6/2023).

 

"Tradisi merupakan sebuah kegiatan yang disepakati oleh masyarakat pendukungnya dan dilaksanakan secara terus menerus dari generasi ke generasi. Tumbuh kembang tradisi tersebut tergantung dari peran serta masyarakat untuk terus menjaga eksistensinya melalui ketekunan mereka mewariskan tradisi itu sendiri pada keturunannya," kata Hudiyono dalam pemaparannya.

 

Keberadaan warisan budaya dan sejarah, menurut Hudiyono, telah tersebar di seluruh kabupaten/kota. Termasuk bagaimana sejarah Majapahit, bagaimana kebudayaan-kebudayaan itu diturunkan, dan apa yang harus kita pegang agar Majapahit tetap menjadi jati diri kita.

 

"Sebagai satu-satunya kampus seni di Jawa Timur, jati diri sebagai Majapahit harus kita lestarikan, agar masyarakat kita juga mengerti dan memahami bahwa kebudayaan kita tidak tergerus oleh zaman," urainya.

 Berfoto bersama dengan salah satu pembicara, arkeolog Dwi Cahyono

Kadisbudpar Hudiyono saat menyerahkan kenang-kenangan pada salah satu pembicara, Dwi Cahyono(Arkeolog)

 

Upaya pelestarian tersebut, lanjut Hudiyono, dapat dilakukan melalui kegiatan seperti pencatatan/pendataan, penggalian, pemanfaatan, dan pembinaan melalui sarasehan. 

 

"Ya, kegiatan sarasehan ini mari kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk bertukar informasi dan inovasi sebagai upaya untuk menggali dan memperdalam wawasan dan pengetahuan mengenai tradisi khususnya alumni seni baik seni tari, seni karawitan maupun seni murni agar dapat dikenal masyarakat luas dan diapresiasi oleh para pecinta budaya agar turut menjaga dan melestarikan," tandasnya.

 

Melalui kegiatan sarasehan seni budaya, Hudiyono berharap akan terbentuknya suatu rasa memiliki, melu handarbeni warisan budaya yang merupakan karya agung nenek moyang terutama di Bumi Majapahit.

 

"Demi rasa kebanggaan dan kecintaan serta penghormatan kita terhadap leluhur yang telah mewariskan hasil budaya yang luar biasa. Mengingat pada zaman tersebut teknologi yang berkembang tidak secanggih sekarang ini. Namun dengan kejeniusan dan kearifan lokal bisa menghasilkan alat tradisional yang dapat menjadi cara penghidupan masyarakat," ujarnya.

 

Hudiyono juga mengajak para pelestari budaya untuk menjadikan  momen sarasehan untuk meningkatkan peran dan  tanggungjawab melestarikan tradisi demi anak cucu kedepan. Dan hal ini terwujud apabila keberadaan tradisi telah lestari.

 

Melalui pengertian dan pemahaman pembahasan tradisi dengan segala perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan, kata mantan Kepala Dinas Kominfo Jatim ini, akan memudahkan kita menentukan langkah dan kebijakan pelestarian tradisi.

 

"Sudah selayaknya sumbangsih pecinta budaya sangat diperlukan dan dalam rangka melaksanakan tindakan pengelolaan tradisi. Sehingga ilmu pengetahuan dan kebudayaan masa lalu dengan peradaban kehidupan nenek moyang dapat terus dilindungi keberadaannya," demikian Hudiyono.@

Artikel lainnya

Penyelamatan dan Pemanfaatan Bangunan Langka di Kota Tua Surabaya