images/images-1687247926.jpg
Sejarah
Riset

Wafatnya Ibu Tien Melemahkan Soeharto Secara Politik

Pulung Ciptoaji

Jun 20, 2023

1394 views

24 Comments

Save

Siti Hartinah Soeharto

 

ibu tien

 

abad.id- Wafatnya Ibu Tien Soeharto telah menjadi teka-teki bertahun-tahun. Meninggalnya Istri Presiden secara mendadak ini, dianggap sangat misteri dan ditutup-tutupi oleh negara. Penyebab meninggalnya Ibu Siti Hartinah Soeharto, akhirnya terkuak.

 

Mantan Kapolri, Jenderal Polisi Purnawirawan Sutanto, rupanya memiliki sejumlah kenangan dengan keluarga besar Soeharto. Sutanto memang pernah menjadi ajudan Soeharto dari tahun 1995 hingga 1998.  Satu di antara kenangan yang masih diingat oleh Sutanto saat dia menjadi saksi detik-detik wafatnya Tien Soeharto.

 

Baca Juga : Mengenal Suharto, Jendral Kesayangan Sudirman

 

“Saat itu, dia baru saja menemani Soeharto memancing di Anyer, pada Jumat, 26 April 1996. Ketika Soeharto sedang memancing, rupanya Tien sedang berada di sentra pembibitan buah Mekarsari,” kata Sutanto dalam buku Pak Harto The Untold Stories.

 

Saat itu Tien terlalu asyik, dan bergembira melihat sejumlah tanaman yang sedang berbuah di tempat itu. Sehingga, dia pun kurang memperhatikan kesehatannya. Padahal, sebenarnya Tien tidak boleh berjalan terlalu jauh dan lama. Alasannya, Tien memang sedang mengidap penyakit gangguan jantung.

 

Saat Soeharto kembali ke rumah, dan bertemu sang istri pada sore harinya. Menurut Sutanto, suasana berlangsung seperti biasanya. Meski demikian, kala itu Ibu Tien tetap harus terus beristirahat karena kelelahan.

 

Namun, sesuatu tiba-tiba terjadi pada Minggu (28/4/1996) dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB. Sebelum subuh, Ibu Tien mendapat serangan jantung mendadak. Saat itu, sang Ibu Negara terlihat sulit bernapas. Oleh karena itu, Ibu Tien dibawa ke RSPAD Gatot Subroto.

 

Baca Juga : Suharto Yakin Program KB Bisa Sejahterakan Rakyat

 

"Saya melihat dokter Kepresidenan, Hari Sabardi, memberi bantuan awal pernapasan dengan tabung oksigen. Saya sendiri turut membawa Ibu Negara dari rumah ke mobil dan selanjutnya ke RSPAD. Saat itu, selain Pak Harto, ada mas Tommy dan mas Sigit ikut mendampingi," cerita Sutanto.

 

Sejumlah upaya medis untuk menyelamatkan Tien pun dilakukan oleh tim dokter, meski pada akhirnya Ibu Tien wafat. "Sekitar pukul 05.10, Ibu Tien menghembuskan napas terakhir dan meninggalkan berbagai kenangan kepada seluruh rakyat Indonesia," kata Sutanto.

 

Baca Juga : Banyak Pegawai Negeri Hidup Hedonis, Suharto Teken PP No 6 Tahun 1974

 

Namun berbagai spekulasi miring terkait penyebabnya wafatnya Bu Tien sanagat liar beredar di masyarakat. Salah satu yang perlu dibantah isu yang menyebut Bu Tien meninggal dunia karena kena tembakan dari salah satu putra tercintanya yang bertengkar rebutan proyek. "Itu hanya rumor dan cerita yang sangat kejam dan tidak benar sama sekali," tegas Jenderal Sutanto.

 

Usai kejadian pagi itu, Sutanto melihat Pak Harto terus mendampingi sang Ibu Negara. Pak Harto tetap nampak tegar, tenang, dan tabah. Bagaimanapun seseorang pasti akan sedih saat kehilangan pendamping hidupnya selama puluhan tahun. "Ibu Tien telah banyak berkorban dan menemani Pak Harto dalam suka dan duka." ujar Sutanto.

 

Ada banyak kesan baik pada sisi Ibu Negara Siti Hartinah ini. Pastinya pasca meninggalnya Ibu Tien pada April 1996, ia telah kekosongan jabatan politis sebagai Ibu Negara yang tidak dapat diisi oleh siapa pun. Banyak kesan baik terhadap Ibu Tien yang menjalankan fungsinya secara politik mendampingi kekuasaan selama 30 tahun.

 

Jusuf  Wanandi salah satu pendiri CSIS dalam buku Menyibak Tabir Orde Baru Memoar Politik Indonesia 1965-1998, menilai Ibu Tien seorang perempuan yang berpikiran sehat. Bahkan tuduhan mengenai "Ibu Tien Persen” tidak benar. Jika ia memiliki perhiasan seperti cincin dengan berlian lima karat, tetapi itu merupakan pemberian Soedwikatmono atau dari adik iparnya. “Memang benar saudaranya mengambil manfaat dari posisinya sebagai lbu Negara, tetapi proyeknya banyak gagal. Ada pabrik semen di Cilacap yang kemudian bangkrut. Soeharto membiarkannya. la tidak membantu,” kata Jusuf Wanandi.

 

Baca Juga : Kepada Yth Soeharto, Daripada Anak-Anak Indonesia

 

Ibu Tien, ibu rumah tangga dan istri yang baik. Ia tidak memiliki pengetahuan yang luas dan tidak pernah berpura-pura. la membangun Taman Mini Indonesia Indah dan beberapa rumah sakit, tetapi untuk kepentingan sosial, bukan untuk dirinya sendiri.

 

Gagasan Taman Mini datang setelah lawatannya ke Filipina dan melihat bagaimana Imelda Marcos membangun Nayong Filipino atau mini-Filipina di dekat bandara. Tien Soeharto terdorong untuk melakukan hal yang sama di Indonesia. Dana proyek ini datang dari kas negara dan dari sumbangan yang dianggap sebagai konflik kepenTiengan. Para mahasiswa dan LSM meributkan pembangunan Taman Mini itu.

 

Tien Soeharto menyukai dan memercayai Benny Moerdani. Keduanya sama berasal dari Solo. Soeharto pernah meminta Benny untuk menjaga anak-anaknya karena dia sibuk. Benny sering menemani dalam liburan ke Solo dan Bali setiap tahun.

 

Tien Soeharto mungkin tidak paham mengenai pertarungan politik sebab Soeharto tidak pernah bercerita. “Mungkin Ibu Tien pernah mendengar keluhan dari anak-anaknya dan mungkin saja ia dipengaruhi mereka, tetapi sejauh yang saya tahu, tidak pernah ada masalah antara Tien Soeharto dan Benny Moerdani,” kata Jusuf Wanandi.

 

Yang benar adalah Ibu Tien pernah meminta Soeharto untuk mundur. Ia mengatakan bahwa Soeharto sudah lelah, sudah harus berhenti menjabat, dan memberi kesempatan kepada yang lain, karena ia juga perlu istirahat dan melewatkan waktu bersama keluarganya. Tien Soeharto mengeluh tentang hal ini.

 

Soeharto sangat terpukul ketika lbu Tien wafat. la sempat kebingungan. Pada hari Ibu Tien meninggal, Benny Moerdani menemani Soeharto sepanjang hari. Mereka berdua saja, dan Soeharto itu terus menangis. "Bagaimana ini terjadi ? Kenapa saya harus kehilangan dia sekarang?" kata Soeharto.

 

Menurut Benny yang disampaikan ke Jusuf Wanani,  kejadian meninggalnya Ibu Tien sungguh peristiwa yang luar biasa. Ibu Tien mengidap penyakit jantung karena terjadi penyumbatan. Dia mendapat serangan jantung yang hebat. “Wafatnya Ibu Tien telah melemahkan Soeharto secara politis dan emosional,” tegas Jusuf Wanandi. (pul)

Artikel lainnya

Perubahan Diksi dan Proses Pembodohan

Malika D. Ana

Mar 19, 2025

Sikap Kritis PDIP Terhadap Danantara

Malika D. Ana

Mar 23, 2025

Pertamina sebagai "Mesin Uang" Politik

Malika D. Ana

Mar 19, 2025

Dari Hero ke Blunder

Malika D. Ana

Mar 23, 2025

Ironi Wacana Perpu Perampasan Aset

Malika D. Ana

Mar 27, 2025

Prabowo dan Perpu Perampasan Aset

Malika D. Ana

Mar 27, 2025